Rabu, 25 April 2018

Bahagianya Persahabatan



Dengan bersahabat, tanpa disadari kita telah menjalin ikatan sosial yang kuat dengan orang lain, sehingga membuat psikologis dan mental kita jadi lebih tangguh.


            Berkumpul bersama teman-teman, meski hanya 10 menit, dapat meningkatkan kinerja otak untuk menyelesaikan masalah. (Thinkstock)
Sahabat membuat hidup kita lebih baik. Mereka membuat kita tertawa dan berada di sisi ketika kita terpuruk. Bukan hanya itu, menjalin persahabatan juga berpengaruh pada kondisi psikologis kita. Dengan bersahabat, tanpa disadari kita telah menjalin ikatan sosial yang kuat dengan orang lain, sehingga membuat kita lebih kuat secara psikologis dan mental. Anda harus tahu beberapa manfaat menjalin ikatan sosial yang kuat berikut ini.

1. Membuat kita lebih sehat
Image result for Membuat kita lebih sehat

Studi terbaru dari University of North Caroline menemukan bahwa orang dari semua kalangan usia yang tak memiliki ikatan sosial kuat dengan orang lain memiliki tekanan darah, resiko obesitas, dan inflamasi yang lebih tinggi. Hal-hal tersebut dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, kanker dan radang sendi.
Temuan ini mendukung banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ikatan sosial yang kuat dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga jantung tetap sehat, dan  mengurangi resiko infeksi serta stroke. Tentu saja, Anda tetap harus berolahraga, makan makanan sehat dan tetap menerapkan gaya hidup sehat.


2. Membuat kita panjang umur
Image result for Membuat kita lebih sehat

Tim peneliti di Brigham Young University menganalisis hampir 150 studi yang berfokus pada hubungan antara ikatan sosial dan kematian. Hasilnya? Umur berapa pun Anda, jika dikelilingi teman dan keluarga, resiko kematian menurun hingga 50 persen. Kesepian adalah pembunuh, setara dengan kebiasaan buruk seperti merokok, tidak berolahraga, serta obesitas.


3. Meningkatkan harapan hidup 
Image result for harapan hidup tinggi
Jalinan pertemanan yang kuat berpotensi meningkatkan harapan hidup dan membuat Anda bertahan dari penyakit mematikan. Peneliti di Kaiser Permanente menemukan bahwa wanita penderita kanker payudara tahap awal yang terisolasi secara sosial 34 persen lebih berisiko meninggal karena penyakitnya atau sebab lain, dibanding pasien dengan ikatan sosial yang kuat.


4. Meningkatkan kualitas tidur
Related image
Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa orang yang merasa terisolasi secara sosial lebih gelisah dalam tidur dan kurang nyenyak. Sebagai makhluk sosial, kita bisa tidur lebih baik jika kita merasa aman dalam hubungan.


5. Meningkatkan ketajaman otak
Related image
Berkumpul bersama teman-teman, meski hanya 10 menit, dapat meningkatkan kinerja otak untuk menyelesaikan masalah, demikian kesimpulan studi dari University of Michigan. Sebaliknya, kekurangan waktu berkumpul dengan teman dapat berakibat buruk pada otak Anda, bahkan melebihi efek buruk penuaan.
Studi yang dilakukan ilmuwan Swedia menemukan bahwa orang dewasa  tanpa penyakit demensia yang tak memiliki ikatan sosial yang baik, memiliki resiko terkena demensia 60 persen lebih tinggi. Sementara studi lain dari Belanda menunjukkan bahwa hanya karena merasa terisolasi secara sosial saja, dapat mempengaruhi resiko demensia.

 
6. Meningkatkan ketahanan emosional Anda
Image result for emosional
Berbagi hal-hal menyenangkan maupun menyedihkan bersama teman dapat meningkatkan kesehatan psikologis, mengurangi stres, meningkatkan rasa optimis dan mengurangi kemungkinan Anda menderita penyakit mental.
Studi menunjukkan bahwa memiliki teman atau komunitas dapat menimbulkan rasa memiliki dan meningkatkan perasaan aman dan nyaman, sehingga bisa menjadi penopang psikologis dan meredam tekanan emosional yang Anda hadapi.


7. Membantu Anda mencapai tujuan
 Image result for mencapai tujuan
Memiliki teman-teman suportif di sekeliling yang juga punya tujuan sama, dapat membantu Anda  mewujudkan mimpi-mimpi kita. Hal itu bukan hanya karena mereka menghibur dan menguatkan tekad Anda, melainkan karena kecenderungan manusia untuk meniru dan terpengaruh oleh kebiasaan dari kelompok sosial. Misalnya saja, berteman dengan orang-orang yang mengkonsumsi makanan sehat bisa membuat Anda terpengaruh oleh kebiasaan sehatnya. Jadi perlu diingat: pilihlah teman secara bijak, dan berusahalah berada di sekeliling orang yang bisa menuntun Anda menjadi lebih baik.


(Lutfi Fauziah. Sumber: Sidney Stevens/Mother Nature Network)

Membahagiakan Orang Tua



Membahagiakan orang tua merupakan kewajiban setiap anak. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membahagiakan orang tua. Bagi pembaca yang sudah memiliki penghasilan sendiri, memberikan sebagian penghasilanya atau membelikan barang tertentu kepada orangtua bisa menjadi salah satu cara membuat orang tua tersenyum dan bangga.

Tapi, apakah membahagiakan orangtua hanya sebatas pemberian materi? Penulis rasa tidak. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membahagiakan orangtuamu.

Berikut 5 hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membuat orangtuamu bahagia:



1. Bantu menyelesaikan pekerjaan rumah
 Image result for Bantu menyelesaikan pekerjaan rumah
Hal sederhana pertama yang bisa kamu lakukan adalah membantu orangtua menyelesaikan pekerjaan rumah. Bagi kamu yang belum bekerja atau masih menempuh pendidikan, penulis yakin waktu yang kamu miliki di rumah cukup banyak. Daripada waktu terbuang percuma hanya untuk menonton televisi atau memandangi layar handphone, gunakan waktumu untuk membantu orangtua, khususnya Ibu, untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Ingat, menyelesaikan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak dan lainya bukan pekerjaan mudah. Butuh tenaga dan waktu yang cukup banyak. Bayangkan, betapa lelahnya Ibu kita. Dengan usianya yang semakin bertambah, beliau masih dengan tekunya membersihkan rumah agar nyaman untuk kita tempati. Mari kita sisihkan waktu dan tenaga kita yang masih berlimpah untuk membantu beliau. Kalau kita tidak bisa memasak, ya, paling tidak kita bisa mengepel, menyapu atau memasak air hangat untuknya mandi.



2. Berhenti mengeluh dan menurutlah pada perintahnya
 Image result for Berhenti mengeluh dan menurutlah pada perintahnya

Jujur, penulis terkadang masih sering menolak perintah dari orangtua. Tapi, betapa menyesalnya berbagai tindakan penolakan itu ketika penulis ditinggal oleh ayah penulis beberapa tahun yang lalu akibat meninggal dunia. Belajar dari pengalaman itu, penulis berusaha menuruti apapun yang diperintahkan oleh ibu penulis (meskipun belum maksimal).

Untuk pembaca yang masih memiliki orangtua lengkap, ayah dan Ibu, jangan sia-siakan kesempatan itu. Usahakan, apapun yang diperintahkan. Patuhi, meskipun perintah itu hanya sekedar membetulkan antena televisi. Senyumlah ketika mendapat perintah dan laksanakan. Niscaya hal itu menjadi pelipur lelah bagi kedua orangtua kita setelah menjalani rutinitas sehari-hari.



3. Segera selesaikan tanggung jawab akademikmu
 Image result for Segera selesaikan tanggung jawab akademikmu
Untuk pembaca yang masih berkuliah, khususnya yang sudah semester tua (akhir): segera selesaikan skripsimu. Jangan gunakan skripsi atau tugas akhir (TA) sebagai alasan penghambat kelulusan kalian. Kita molor lulus kuliah hanya ada satu alasan yaitu terlalu banyak alasan.

Salah satu cara membahagiakan orang tua, selain dengan pemberian materi adalah memberikan kabar bahwa bulan depan kita akan diwisuda. Jadi, berhenti menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe dan mulai kerjakan skripsimu. Orangtuamu tidak butuh kumpulan foto karcis bioskop yang ada di handphone-mu. Beliau hanya ingin foto dirimu yang sudah mengenakan toga.




4. Jangan banyak menuntut
 Image result for anak menghibur orang tua


Pernakah kita berfikir mengenai berapa banyak uang orangtua yang sudah kita habiskan selama hidup di dunia? Jika belum pernah, silahkan dihitung, meskipun hanya sekedar hitungan kasar. Kalau mau jujur, sudah puluhan bahkan ratusan juta rupiah uang orangtua yang kita habiskan, dan terkadang kita masih mengeluh dan berkata, “Ibu pelit nggak mau beliin aku motor baru.”

Ingat, orangtua sudah merawat dan memberi kita kehidupan. Kalau kita masih ngambek hanya karena orangtua tidak memberikan barang yang kita inginkan, penulis anjurkan mari kita bercermin di depan kaca dan berucap, “Apakah saya masih waras?”

Tujuan penulis menganjurkan hal ini adalah agar kita tidak banyak menuntut kepada kedua orangtua kita. Penulis merasa miris melihat realitas sosial di sekitar. Banyak anak sekolah yang menuntut macam-macam kepada kedua orangtuanya. Bahkan, banyak kasus anak membolos sekolah karena tidak dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya.

Hal ini tidak lepas dari tontonan televisi yang sudah tidak mendidik. Menurut Maman Suherman, atau kerap disapa Kang Maman, pengamat media, hampir 70% konten televisi bersifat Jakarta-Centris yang artinya televisi banyak menampilkan budaya hedonis dan konsumtif a la masyarakat perkotaan. Jadi, untuk pembaca yang masih menempuh jenjang akademik, kurangi nonton Si Boy dan belajarlah dengan giat. Raih cita-citamu dan balas jasa kedua orangtuamu.



5. Mereka butuh kehadiranmu

 Image result for anak menghibur orang tua
Penulis yakin banyak dari pembaca yang saat ini sudah bekerja atau berkuliah. Terkadang aktivitas kita di luar rumah cukup menguras waktu banyak, sehingga mengurangi interaksi kita dengan orangtua. Penulis menyadari betul jadwal rapat, entah itu di kampus atau di kantor, sulit untuk ditinggalkan. Tapi, penulis sarankan sempatkanlah meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan kedua orangtuamu. Interaksi ini begitu penting untuk membangun dan menghangatkan kembali hubungan antara anak dan orangtua.

Jangan sampai, kita menganggap obrolan dengan orangtua itu merupakan hal yang sia-sia. Jika kelak kita sudah ditinggalkan oleh kedua orangtua kita, maka kita akan menyesal betapa berharganya momen itu. Momen dimana kita biasa ditanya mengenai: pekerjaan kita, sudah makan apa belum dan pertanyaan lain yang sering terlontar dari kedua orangtua kita.



Melalui obrolan pula kita bisa menghibur orangtua kita, karena dengan obrolan berarti kita sudah hadir untuk beliau. Bagi pembaca yang tidak sempat atau tidak bisa hadir di sisi beliau, karena alasan pekerjaan luar kota, sempatkanlah untuk menghubungi beliau lewat telepon atau lainya. Manfaatkan tekhnologi yang ada di genggamanmu untuk mendekatkanmu dengan beliau, jangan malah sebaliknya.

sumber : https://www.hipwee.com/list/membahagiakan-orangtua-tidak-hanya-dengan-memberi-materi-cukup-lakukan-5-hal-sederhana-ini/

Menenangkan Diri Dengan Meditasi


Halloo…!!!
Kali ini aku akan membantu kalian untuk mengetahui cara Meditasi yang baik dan benar.
Nah kalian tau gak sih,kenapa kita harus meditasi biar hidup kita bahagia?? Gini nih guys,penjelasannya..,
Fungsi meditasi itu kan untuk menenangkan diri,pikiran maupun suasana hati,kalau itu semua sudah bisa kita kendalikan untuk tenang…,otomatis kita juga bakalan bisa mengendalikan emosi kita biar nggk marah marah nih guys…
Dengan begitu kita bisa Hidup Bahagia dehh …

Image result for meditasi

            Yokk kita simak baik baik tips “Menenangkan Diri Dengan Meditasi” di bawah ini. Selamat berbahagia.
Berikut adalah tips dan rekomendasi praktis untuk membantu pemula bisa melewati rintangan awal dan mengintegrasikan meditasi dalam kehidupan sehari-hari:
1.     Buatlah jadwal yang tetap. Meditasi dimulai dengan melatih kebiasaan berdiam secara disiplin. Anda hanya akan bertahan dalam praktek meditasi jika bersungguh-sungguh menyisihkan waktu setiap hari. Meditasi 10-15 menit 2x sehari lebih baik dari bermeditasi 2 jam berturut-turut namun tidak reguler
2.    Pilih ruang khusus yang tetap setiap bermeditasi. Tempatkan bunga, lilin atau perlengkapan spiritual di ruangan/tempat meditasi untuk membantu Anda merasa nyaman.
Image result for ruangan khusus meditasi
3.    Pastikan Anda tidak akan terganggu. Salah satu kesalahan terbesar yang membuat pemula tidak bisa berkonsentrasi ada gangguan dari luar. Matikan HP, tutup pintu dan beritahu orang rumah untuk tidak mengganggu.

Image result for maintain silent

4.    Lakukan strecthing terlebih dahulu. Pengenduran otot dan tendon memungkinkan Anda untuk duduk lebih nyaman.

5.    Cari posisi duduk yang nyaman, bereksperimen dan coba berbagai jenis posisi meditasi yang paling cocok. Dapat duduk bersila, duduk di kursi hingga berbaring, dengan mata terbuka, mata tertutup, dll.  Usahakan punggung tegak namun tidak tegang, tidak menyender karena Anda akan mudah tertidur. 
6.    Mulailah dengan memperhatikan nafas. Tarik nafas dalam beberapa kali merupakan cara yang ideal untuk mulai berlatih. Amati nafas keluar masuk akan memperlambat denyut jantung, melemaskan otot-otot, menenagkan pikiran.  
7.    Rasakan tubuh Anda. Sebuah praktik bagus untuk pemula adalah memperhatikan bagian-bagian tubuh secara bergantian ketika menarik dan membuang nafas. 
8.    Bila pikiran mulai melayang atau frustrasi merayap, sadari saja dan kembali pada pernafasan. Nafas masuk biasanya udara agak dingin, nafas keluar, udara akan terasa lebih hangat. Perhatikan sensai bagian atas bibir, sensasi dalam rongga hidung, dll. Anda dapat membuat mantra sendiri, misalnya ketika tarik nafas " Saya menghirup udara segar" dan "Saya melepaskan ketegangan tubuh" ketika membuang nafas. 
 



sumber : http://sehatindonesia.com/kolum/5/santai--rileks/56/meditasi-untuk-pemula-12-tips-praktis-untuk-menenangkan-pikiran