Membahagiakan
orang tua merupakan kewajiban setiap anak. Ada berbagai cara yang bisa
dilakukan untuk membahagiakan orang tua. Bagi pembaca yang sudah memiliki
penghasilan sendiri, memberikan sebagian penghasilanya atau membelikan
barang tertentu kepada orangtua bisa menjadi salah satu cara membuat orang tua
tersenyum dan bangga.
Tapi,
apakah membahagiakan orangtua hanya sebatas pemberian materi? Penulis rasa
tidak. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membahagiakan orangtuamu.
Berikut 5 hal
sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membuat orangtuamu bahagia:
1.
Bantu menyelesaikan pekerjaan rumah

Hal sederhana pertama
yang bisa kamu lakukan adalah membantu orangtua menyelesaikan pekerjaan rumah.
Bagi kamu yang belum bekerja atau masih menempuh pendidikan, penulis yakin
waktu yang kamu miliki di rumah cukup banyak. Daripada waktu terbuang percuma
hanya untuk menonton televisi atau memandangi layar handphone, gunakan
waktumu untuk membantu orangtua, khususnya Ibu, untuk menyelesaikan pekerjaan
rumah.
Ingat, menyelesaikan
pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak dan lainya bukan
pekerjaan mudah. Butuh tenaga dan waktu yang cukup banyak. Bayangkan, betapa
lelahnya Ibu kita. Dengan usianya yang semakin bertambah, beliau masih dengan
tekunya membersihkan rumah agar nyaman untuk kita tempati. Mari kita sisihkan
waktu dan tenaga kita yang masih berlimpah untuk membantu beliau. Kalau kita
tidak bisa memasak, ya, paling tidak kita bisa mengepel, menyapu atau memasak
air hangat untuknya mandi.
2.
Berhenti mengeluh dan menurutlah pada perintahnya

Jujur, penulis
terkadang masih sering menolak perintah dari orangtua. Tapi, betapa menyesalnya
berbagai tindakan penolakan itu ketika penulis ditinggal oleh ayah penulis
beberapa tahun yang lalu akibat meninggal dunia. Belajar dari pengalaman itu,
penulis berusaha menuruti apapun yang diperintahkan oleh ibu penulis (meskipun
belum maksimal).
Untuk pembaca yang
masih memiliki orangtua lengkap, ayah dan Ibu, jangan sia-siakan
kesempatan itu. Usahakan, apapun yang diperintahkan. Patuhi, meskipun perintah
itu hanya sekedar membetulkan antena televisi. Senyumlah ketika mendapat
perintah dan laksanakan. Niscaya hal itu menjadi pelipur lelah bagi kedua
orangtua kita setelah menjalani rutinitas sehari-hari.
3.
Segera selesaikan tanggung jawab akademikmu

Untuk pembaca yang
masih berkuliah, khususnya yang sudah semester tua (akhir): segera
selesaikan skripsimu. Jangan gunakan skripsi atau tugas akhir (TA) sebagai
alasan penghambat kelulusan kalian. Kita molor lulus kuliah hanya ada satu
alasan yaitu terlalu banyak alasan.
Salah satu cara
membahagiakan orang tua, selain dengan pemberian materi adalah memberikan kabar
bahwa bulan depan kita akan diwisuda. Jadi, berhenti menghabiskan waktu untuk
nongkrong di kafe dan mulai kerjakan skripsimu. Orangtuamu tidak butuh kumpulan
foto karcis bioskop yang ada di handphone-mu. Beliau hanya ingin
foto dirimu yang sudah mengenakan toga.
4.
Jangan banyak menuntut

Pernakah kita
berfikir mengenai berapa banyak uang orangtua yang sudah kita habiskan selama
hidup di dunia? Jika belum pernah, silahkan dihitung, meskipun hanya sekedar
hitungan kasar. Kalau mau jujur, sudah puluhan bahkan ratusan juta
rupiah uang orangtua yang kita habiskan, dan terkadang kita masih mengeluh
dan berkata, “Ibu pelit nggak mau beliin aku motor baru.”
Ingat, orangtua sudah
merawat dan memberi kita kehidupan. Kalau kita masih ngambek hanya karena
orangtua tidak memberikan barang yang kita inginkan, penulis anjurkan mari kita
bercermin di depan kaca dan berucap, “Apakah saya masih waras?”
Tujuan penulis
menganjurkan hal ini adalah agar kita tidak banyak menuntut kepada kedua
orangtua kita. Penulis merasa miris melihat realitas sosial di sekitar. Banyak
anak sekolah yang menuntut macam-macam kepada kedua orangtuanya. Bahkan, banyak
kasus anak membolos sekolah karena tidak dibelikan sepeda motor oleh
orangtuanya.
Hal ini tidak lepas
dari tontonan televisi yang sudah tidak mendidik. Menurut Maman Suherman, atau
kerap disapa Kang Maman, pengamat media, hampir 70% konten televisi bersifat
Jakarta-Centris yang artinya televisi banyak menampilkan budaya hedonis
dan konsumtif a la masyarakat perkotaan. Jadi, untuk pembaca yang masih
menempuh jenjang akademik, kurangi nonton Si Boy dan belajarlah dengan giat.
Raih cita-citamu dan balas jasa kedua orangtuamu.
5.
Mereka butuh kehadiranmu

Penulis yakin banyak
dari pembaca yang saat ini sudah bekerja atau berkuliah. Terkadang aktivitas
kita di luar rumah cukup menguras waktu banyak, sehingga mengurangi interaksi
kita dengan orangtua. Penulis menyadari betul jadwal rapat, entah itu di kampus
atau di kantor, sulit untuk ditinggalkan. Tapi, penulis sarankan sempatkanlah
meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan kedua orangtuamu. Interaksi ini
begitu penting untuk membangun dan menghangatkan kembali hubungan antara anak
dan orangtua.
Jangan sampai, kita
menganggap obrolan dengan orangtua itu merupakan hal yang sia-sia. Jika kelak
kita sudah ditinggalkan oleh kedua orangtua kita, maka kita akan menyesal
betapa berharganya momen itu. Momen dimana kita biasa ditanya mengenai:
pekerjaan kita, sudah makan apa belum dan pertanyaan lain yang sering terlontar
dari kedua orangtua kita.
Melalui obrolan pula
kita bisa menghibur orangtua kita, karena dengan obrolan berarti kita sudah
hadir untuk beliau. Bagi pembaca yang tidak sempat atau tidak bisa hadir di
sisi beliau, karena alasan pekerjaan luar kota, sempatkanlah untuk menghubungi
beliau lewat telepon atau lainya. Manfaatkan tekhnologi yang ada di genggamanmu
untuk mendekatkanmu dengan beliau, jangan malah sebaliknya.
sumber : https://www.hipwee.com/list/membahagiakan-orangtua-tidak-hanya-dengan-memberi-materi-cukup-lakukan-5-hal-sederhana-ini/
sumber : https://www.hipwee.com/list/membahagiakan-orangtua-tidak-hanya-dengan-memberi-materi-cukup-lakukan-5-hal-sederhana-ini/
Mantap min
BalasHapusNice
BalasHapusNtap
BalasHapusNtap
BalasHapusGood
BalasHapus